Memilih Learning Management System (LMS) butuh banyak pertimbangan, misalnya apakah Anda perlu LMS dengan fitur virtual conference dan chatbot? Bagaimana dengan fitur kuis dan assessment?
Tidak hanya lembaga pendidikan, namun berbagai korporasi juga sudah mengadopsi LMS untuk memenuhi kebutuhannya. Contohnya LMS menjadi platform melakukan corporate training untuk karyawan.
Artikel ini merupakan upaya kami dalam membantu Anda memilih LMS. Dengan demikian, tujuan pembuatan sistem manajemen pembelajaran Anda dapat tercapai, dan kebutuhannya terpenuhi.
Cara Memilih Learning Management System (LMS)
Berikut ini rangkaian cara memilih Learning Management System (LMS) yang sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari pemahaman konteks bisnis/organisasi, hingga fitur yang perlu Anda pertimbangkan.
1. Pahami Tipe Organisasi Anda
Sebelum memilih Learning Management System (LMS) yang dapat Anda pilih, penting untuk memahami jenis organisasi/lembaga Anda. Hal ini setidaknya berkaitan dengan jenis industri/organisasi dan seberapa besar ukuran perusahaannya.
Ada banyak jenis organisasi yang membutuhkan LMS. Secara garis besar, kami memetakan organisasi ke dalam lima kategori:
- Korporasi/industri untuk training umum: Jenis organisasi yang butuh LMS untuk training kemampuan karyawan secara umum, tanpa memandang keahliannya. Misalnya seperti on-boarding training.
- Korporasi/industri untuk training skill spesifik: Jenis organisasi yang butuh LMS untuk training kemampuan spesifik karyawan. Misalnya seperti skill Digital Marketing, Programming, dan lainnya.
- Institusi dan lembaga pendidikan: Jenis organisasi yang butuh LMS untuk mendukung kebutuhan pembelajaran offline. Contohnya seperti kampus, lembaga bimbingan belajar (bimbel), atau lembaga seritifikasi.
- Organisasi non-profit: Jenis organisasi yang membutuhkan LMS untuk melakukan pelatihan pada volunteer.
- Lembaga pemerintahan: Jenis organisasi yang membutuhkan LMS untuk pelatihan pegawai negeri.
Sementara itu, untuk lembaga pemerintahan, mereka lebih membutuhkan fitur integrasi Single Sign-On (SSO), karena biasanya lembaga pemerintah sudah memiliki user authentication system untuk para pegawai.
2. Tentukan Tujuan Anda
Selanjutnya, untuk memilih Learning Management System (LMS) yang tepat, Anda juga perlu menentukan goal atau tujuan Anda dalam menggunakan LMS. Pemahaman terhadap tujuan yang jelas akan memudahkan Anda ketika menentukan kebutuhannya LMS.
Beberapa pertanyaan yang mungkin dapat membantu Anda melihat tujuan pembuatan LMS adalah berikut:
- Untuk meningkatkan efisiensi pelatihan? Maka butuh fitur automated workflow dan reporting untuk melihat progres kemampuan pegawai dengan mudah.
- Untuk meningkatkan engagement karyawan? Maka Anda butuh LMS dengan User Interface (UI) yang friendly, konten yang interaktif, hingga fitur social learning yang memungkinkan integrasi dengan media sosial.
- Untuk meningkatkan kemampuan spesialisasi karyawan dengan cara yang menyenangkan? Maka penting untuk memiliki sistem LMS dengan fitur Gamification.
Dengan memahami tujuan tersebut, Anda akan dengan mudah menyeleksi fitur mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak ketika memilih Learning Management System (LMS).



